Menyikapi Pandemi COVID-19, Rustanto Berinovasi Bikin Masker Dengan Kedua kaki Yang Lumpuh

By dinas sosial kab.tegal 18 Mei 2020, 08:20:21 WIB
Menyikapi Pandemi COVID-19, Rustanto Berinovasi Bikin Masker Dengan Kedua kaki Yang Lumpuh

Wabah virus Covid-19 membuat dunia usaha mati suri. Bahkan, beberapa pengusaha sepi orderan bahkan harus menutup usahanya karena sepi order dan merugi.

Namun berbeda dengan Rustanto atau dengan nama panggilan mas Rus.  seorang difabel menginspirasi banyak orang karena membuat terus berjuang mengembangkan usahanya ssebagai penjahit baju sekolah dan batik yang kini mencoba menjahit masker kain dengan cara menjahitnya sendiri. Meski kedua kakinya lumpuh, pria mengagumkan itu tetap bersemangat menjahit masker dengan kedua tanganya.

Saat di temui panturapost di Skretariat Difabel Slawi mandiri,   terlihat Rustanto turun dari kursi rodanya untuk melakukan aktivitas sehari- hari, duduk di depan mesin jahit yang sudah di modifikasi dengan ukuran pendek,serta kain- kain yang akan di buat masker juga sudah ada yang di potong- potong dan sudah jadi masker.

"Akhir-akhir ini setelah adanya wabah covid-19 kami kebingunan, karena pesanan baju sekolah dan batik mulai menurun atau berkurang, apa lagi sekolah menerapkan belajar dirumah, Kebijakan sosial distancing yang kemudian diikuti dengan ajakan untuk tetap diam di rumah tentu berdampak luas pada masyarakat," Ucapnya Rustanto pada panturapost, kamis ( 16/4/2020).

Dalam pekerjaan membuat masker kain, tambah Rustanto, untuk melakukan pembuatan masker saya melakukanya sendiri dari memotong kain dan menjahit,di saat menjahit kami menggunakan dua tangan saya,tangan yang satu untuk memegang kain yang akan di jahit dan tangan yang satu untuk menarik mesin jahitnya,  yah kami menjahit semuanya dengan kedua tangan saya karna kedua kaki saya tidak bisa di gerakana.

Pandemik covid-19 ini luar biasa dampaknya bagi semua orang,kalau kita ngga berani untuk mengambil inovasi, maka akan kalah bersaing dalam usaha. Untuk modal kain yang buat masker, kami mengeluarkan tabungan kami dari hasil menjahit baju sekolah dan batik- batik.

"Saat menjahit dengan posisi duduk hanya tangan saja bergerak, sehari bisa menjahit masker 50 lebih,kita mulai menjahit dari jam 08.00 pagi sampai 21. 00 malam. Proses awal dari potong sampe jadi masker saya lakukan sendiri."  

Covid- 19 ini kita harus lawan dengan sesuai protokol kesehatan, salah satunya dengan memakai masker, akan tetapi kita juga harus terus berinovasi untuk bisa mengembangkan usaha kita di wabah covid-19, Kalau kita tidak bisa berinovasi kita kalah lawan covid-19 dalam segi perekeonomian..

" Yah alhamdulillah dalam pembuatan masker ini kami juga di bantu oleh temen dalam pemasaran jadi kita saling gotong royong. Kebetulan yang tinggal di Skretariat Difabel Slawi Mandiri ada beberapa orang jadi bosa salang gotong royong dalam usahanya masing-masing."




Dinsos Kab. Tegal Kirim Bantuan Logistik Warga Terdampak Angin Puting Beliung Kec. Pagerbarang

🕔17:34:00, 10 Mar 2020 - Oleh : dinas sosial kab.tegal

      Selasa (10/03), Dinas Sosial Kab. Tegal melalui bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial salurkan bantuan . . . 0

Susun Program Kerja 2021, Dinsos adakan Rapat Forum Organisasi Perangkat Daerah

🕔13:40:46, 04 Mar 2020 - Oleh : dinas sosial kab.tegal

Dalam rangka penyusunan Program Kerja Tahun Anggaran 2021, Dinas Sosial menyelenggarakan Rapat Forum Organisasi Perangkat Daerah . . . 0

Distribusi Bantuan Korban Rumah Roboh di Desa Randusari

🕔08:20:04, 23 Feb 2020 - Oleh : dinas sosial kab.tegal

  Dinas Sosial melalui Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial menyalurkan bantuan logisitik untuk meringankan beban . . . 0

Pasca layanan kesehatan, 2 penyandang disabilitas mental ditampung di rumah singgah Trengginas

🕔20:15:01, 03 Feb 2020 - Oleh : dinas sosial kab.tegal

Dua warga Kabupaten Tegal Penyandang Disabilitas Mental ditampung di Rumah Singgah Trengginas. Latipah dari Desa Pendawa RT 02 . . . 0

Hasil Razia PGOT dititipkan ke Rumah Singgah Trengginas

🕔09:34:55, 05 Feb 2020 - Oleh : dinas sosial kab.tegal

Sebanyak 11 (sebelas) Pengemis Gelandangan Orang Terlantar (PGOT) terjaring razia Tim Gabungan, Selasa (28/1). Operasi Gabungan . . . 0