Penjangkauan Pengemis yang menghebohkan Masyarakat Kabupaten Tegal

By BIDANG REHABSOS 14 Sep 2019, 14:38:49 WIB
Penjangkauan Pengemis yang menghebohkan Masyarakat Kabupaten Tegal

Dinas Sosial Kabupaten Tegal bersama dengan Satpol PP Kab. Tegal, Polsek Slawi, dan Yayasan Gerak Sedekah Tegal melaksanakan penjangkauan terhadap Pengemis yang beraksi di Traffic Light Pasar Trayeman Slawi yang sedang viral di medsos warga Kabupaten Tegal .

Pengemis tersebut diketahui bernama Untung Jati Santoso (56 th) warga Desa Jatibarang Kidul RT 02/04 Kec. Jatibarang Kab. Brebes bersama Putrinya yang masih berusia 11 tahun dimana mereka beroperasi menggunakan media Kursi Roda yang dipakai oleh bapaknya dan sang anak yang meminta minta kepada pengendara motor / mobil .

Beberapa bulan yang lalu pengemis tersebut sempat viral di medsos beroperasi di traffic light patung obor Pakembaran dan juga terjaring operasi kendaraan oleh Polres Tegal hendak berangkat mengemis dengan anaknya menggunakan sepeda motor Scoopy hitam tanpa menggunakan helm. berita yang beredar dimasyarakat pengemis tersebut mempunyai sepeda motor tiga unit, mobil satu unit dan juga berasumsi bahwa kaki yang dibalut perban tersebut hanyalah rekayasa. Minggu ini Viral lagi di Medsos bahwa lelaki gemuk memakai kursi roda tersebut bersama anaknya beroperasi lagi di Traffic Light Pasar Trayeman. Berdasarkan Intruksi dari Bupati Tegal dan untuk mengurai berita yang menghebohkan warga Kabupaten Tegal Dinas Sosial bersama stakeholder terkait untuk melaksanakan penjangkauan kepada PMKS tersebut, ungkap Kepala Dinas Sosial Kab. Tegal Dra. Nurhayati, MM.

Selanjutnya, Tim melaksanakan Penjangkauan ke lokasi tersebut . Pengemis tersebut berontak dan akhirnya pulang ke kontrakannya. Informasi dari warga sekitar traffic light bahwa pengemis tersebut tinggal di kontrakan depan pasar trayeman dan tim berhasil menemukannya.

“Pak untung benar tinggal di kontrakan depan pasar trayeman bersama anak, dan kakak kandungnya bernama Royanah yang membuka usaha warung makan di kontrakan tersebut dan baru ditempati selama satu bulan. Tidak ditemukan sepeda motor , hanya satu unit mobil suzuki ertiga dikontrakan tersebut dan menurut pengakuan dari kakaknya mobil sewa untuk mengantar pak untung ke dukun patah tulang pemalang “ ungkap kabid rehabsos Dinsos Kab. Tegal Dra. Faticha, MM.

“Bukan masalah dapat meminta mintanya berapa, tetapi Ibu Bupati Tegal kurang berkenan munculnya berita di medsos yang beranggapan bahwa Bupati tidak peduli terhadap warganya yang untuk biaya amputasi kakinya sampai meminta minta dijalanan” ucap Kapolsek Slawi Dwija Utama kepada keluarga tersebut.

“saya disini kontrak sendiri, untuk hidup saya sendiri dan membantu mencukupi kebutuhan adik saya serta anaknya. Adik saya mengidap penyakit diabetes setahun yang lalu dan anjuran dokter harus diamputasi. Tetapi berselang tiga bulan kemudian adik saya menjadi korban kecelakaan tabrak lari mobil di daerah dukuhwaru yang mengakibatkan kaki kanannya patah. Merasa tidak bisa mencari nafkah akhirnya adik saya mengharap belas kasihan masyarakat di jalanan dan hasilnya untuk membeli obat serta menabung untuk biaya amputasi kakinya. Saya sudah melarang untuk meminta minta dijalanan tetapi adik saya keras kepala dan tetap meminta minta dijalanan. Berita di medsos yang beredar tidak benar, bahwa sepeda motor itu milik keluarganya dan adik saya hanya meminjam untuk beraktifitas, mobil juga kita hanya sewa apabila dibutuhkan saja. Adik saya benar benar tidak bisa jalan dan perban dikakinya bukan rekayasa. Apabila adik saya mau dibawa ke panti sosial saya menolaknya, karena saya masih sanggup merawat dan menyukupi kebutuhannya” begitu yang diungkapkan Rohyanah .

Selanjutnya,untuk menjawab berita yang beredar di medsos akhirnya pak untung dibawa ke RSUD Soesilo Slawi menggunakan Ambulance GST dengan didampingi dari Tim Penjangkauan dan Keluarga untuk mengecek kebenaran perban yang dibalut dikakinya. Hasil pengecekan bahwa benar terdapat bekas jahitan yang cukup besar melingkar dikakinya serta bekas luka yang sudah membusuk dikakinya. Rekomendasi dari Dokter RSUD Soesilo harus dilakukan perawatan lebih lanjut, tetapi keluarga menolak dan ingin dilakukan pengobatan di RSUD Brebes.

“Kami sudah melakukan Koordinasi dengan Dinas Sosial Brebes dan Penerima Manfaat akan kami pulangkan ke Brebes untuk mendapatkan penanganan yang terbaik. Semoga masalah yang dialami pak untung dapat diselesaikan tanpa harus meminta minta dijalanan” ucap Faticha.




50 Penyandang Disabilitas Intelektual Siap Berdagang

🕔08:24:23, 06 Nov 2019 - Oleh : Dinas Sosial Kab.Tegal

Sebanyak 50 penyandang disabilitas di Kabupaten Tegal dinyatakan telah lulus mandiri setelah mendapat pendampingan selama enam . . . 0

Perjuangkan Hak-hak Difabel di Kabupaten Tegal

🕔10:22:44, 28 Okt 2019 - Oleh : Dinas Sosial Kab.Tegal

TEGAL – Penyandang disabilitas dinilai masih sering dinomor duakan. Contohnya, banyak sarana umum yang belum bisa diakses . . . 0

Penyandang Disabilitas Tegal Keluhkan Fasilitas Publik

🕔10:20:15, 28 Okt 2019 - Oleh : Dinas Sosial Kab.Tegal

 Sejumlah fasilitas publik dan pemerintahan di Kabupaten Tegal dikeluhkan oleh para penyandang disabilitas yang tergabung . . . 0

Kini Pemkab Tegal punya Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu TRENGGINAS

🕔09:16:00, 23 Okt 2019 - Oleh : Dinas Sosial Kab.Tegal

Dalam rangka mempercepat pelayanan sosial bagi fakir miskin dan orang tidak mampu, Kementerian Sosial dan Pemkab. Tegal . . . 0

Komisi IV DPRD Kab. Tegal kunjungi lokasi Rumah Singgah

🕔10:19:29, 03 Okt 2019 - Oleh : Dinas Sosial Kab.Tegal

Komisi IV DPRD Kab. Tegal melakukan peninjauan pembangunan rumah singgah Kab. Tegal di Eks Kantor Kec. Pangkah pada hari Selasa, . . . 0