Anak diterima TNI AD, Keluarga Barokah Graduasi dari PKH

By dinas sosial kab.tegal 17 Mar 2020, 15:35:49 WIB

Gambar : Sosok Syaefulloh dikenal rajin oleh orang tuanya, pada saat masih SMK sepulang sekolah iya gunakan waktunya untuk bekerja di Barber Shop hingga memperoleh sertifikat keterampilan. Hal ini dilakukan untuk menambah uang tabungannya guna keperluannya mendaftar TNI AD.


Siapa sangka, orang tua yang serba terbatas bisa menyekolahkan anaknya hingga anaknya lulus sekolah dan masuk TNI. Tapi itulah yang terjadi pada keluarga Sugiyono, seorang bapak di Tegal. Pria yang sudah berusia (61) ini pusing tujuh keliling harus menghidupi keluarganya sebagai buruh tani. Melihat anak - anak bisa sekolah juga sudah senang bukan kepalang.

Perjalanannya Sugiyono pun harus banting tulang agar anaknya terus meneruskan pendidikan sekolahnya. Sugiyono seorang ayah dan supir perekonomian keluarga yang kini tinggal di rumah sederhana, terlihat rumah Sugiyono masih sederhana dan depan rumahnya tidak ada halaman rumah yang megah yang ada tanah tanah biasa dan geteng yang masih genteng jaman dulu. Tak ada yang megah dari rumah tersebut, baginya itu lah istana kelurga yang indah. Rumah tersebut terletak di Desa Bogares Lor Kecamatan Pangkah.

Dalam menjalankan rumah tangga pun selalu di uji dalam segi ekonomi, ekonomi kebutuhan keluarga dan pendidikan anak dalam sekolah. "Waktu itu kami hanya kuli pemecah batu yang upahnya tak tentu sesuai hasil batu yang kita pecah, sedangkan sang bapak hanya buruh serabutan yang seharinya hanya dapat untuk membeli beras sama lauk, “kalau liat kita dulu saya ingin nangis, kita dulu pernah ngga makan selama dua hari dan dahulu anak pertama saya sampai harus putus sekolah karna tidak ada biaya, tapi ini lah perjalanan hidup yang harus kita jalani dan kita lewat," ucapnya Barokah Uni Asih di rumahnya pada Hilda Khoirunnisa selaku Pekerja Sosial Kabupaten Tegal, Selasa (17/03/2020) sambil meneteskan air mata.

Selang berjalannya waktu, tambah Barokah, pada tahun 2012 kami masuk dalam penerima bantuan PKH. Dari situ lah kami mendapat bantuan tersebut, setiap bantuan sosial cair saya bayarkan buat sekolah anak. Tak hanya itu dalam bantuannya pun kami selalu di arahkan dalam pertemuan kelompok 1 bulan sekali, saya diajari sama Mba Santi (Pendamping Sosial PKH) tentang mengelola keuangan karena penghasilan yang tidak menentu sehingga harus di bagi-bagi untuk makan, sekolah, bayar listrik.

Sugiyono yang menikah dengan Barokah Uni Asih (59) dan di karunia anak 8, kini salah satu anaknya berhasil diterima pendidikan TNI yaitu Muhammad Syaefulloh, iya adalah anak ke tujuh dari delapan bersaudara. Anak delapan dari pasangan tersebut 3 lulus SD, 1 SMP, SMK 1, D3 1, pendidikan TNI 1, 1 belum lulus SMK.

Keluarga Barokah Uni Asih mendapatkan bantuan PKH untuk kedua anaknya yang masih bersekolah kala itu, hingga Syaefulloh lulus SMK Kusuma Bangsa di tahun 2019. Cerita di balik keinginan Syaefulloh yang dari kecil bercita-cita ingin menjadi seorang TNI seperti Kakeknya, kehidupan orang tuanya dalam keadaan susah membuatnya iya harus semangat berlajar dan berlatih fisik setiap hari.

Sosok Syaefulloh dikenal rajin oleh orang tuanya, pada saat masih SMK sepulang sekolah iya gunakan waktunya untuk bekerja di Barber Shop hingga memperoleh sertifikat keterampilan. Hal ini dilakukan untuk menambah uang tabungannya guna keperluannya mendaftar TNI AD. Setelah lulus SMK Syaefulloh mencoba mendaftar TNI AD tingkat Tamtama di Gombong Kabupaten Kebumen, ujian demi ujian dilewatinya hingga bulan Desember 2019 dinyatakan di terima dan akan mendapatkan pendidikan selama 5 bulan. Berdasarkan Jadwal bulan April 2020 yang akan datang, Syaefulloh akan dilantik pendidikan pertamanya sebelum 2 bulan mendapatkan pelatihan di kejuruan.

Dengan berjalannya waktu kini Sugiyono berkerja menjadi tukang bersih-bersih di Koramil Pangkah dengan upah sebulan Rp 300.000. Kini, keluarga Sugiyono sedikit tersenyum lega, anaknya bisa terus meneruskan pendidikannya, dengan kondisi Sugiyono hanya menjadi tukang bersih-bersih. Akan tetapi untuk kehidupan sehari-hari dan pendidikan anak sekolahnya kini sedikit dibantu anaknya yang sudah kerja sehingga saling bergotong-royong. Bulan Januari 2019 Barokah menyatakan mengundurkan diri secara sukarela karena nazar atas rezeki yang sudah iya miliki dan harapannya bisa bergantian kepada warga yang kurang mampu lainnya.




Dinsos Semprot Desinfektan di Lingkup Kerja

🕔22:01:15, 24 Mar 2020 - Oleh : dinas sosial kab.tegal

Selasa (03/24) Dinas Sosial Kab. Tegal melakukan penyemprotan secara mandiri desinfektan di lingkup Dinsos Kab. Tegal guna . . . 0

Dinsos Kab. Tegal Kirim Bantuan Logistik Warga Terdampak Angin Puting Beliung Kec. Pagerbarang

🕔17:34:00, 10 Mar 2020 - Oleh : dinas sosial kab.tegal

      Selasa (10/03), Dinas Sosial Kab. Tegal melalui bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial salurkan bantuan . . . 0

Susun Program Kerja 2021, Dinsos adakan Rapat Forum Organisasi Perangkat Daerah

🕔13:40:46, 04 Mar 2020 - Oleh : dinas sosial kab.tegal

Dalam rangka penyusunan Program Kerja Tahun Anggaran 2021, Dinas Sosial menyelenggarakan Rapat Forum Organisasi Perangkat Daerah . . . 0

Distribusi Bantuan Korban Rumah Roboh di Desa Randusari

🕔08:20:04, 23 Feb 2020 - Oleh : dinas sosial kab.tegal

  Dinas Sosial melalui Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial menyalurkan bantuan logisitik untuk meringankan beban . . . 0

Pasca layanan kesehatan, 2 penyandang disabilitas mental ditampung di rumah singgah Trengginas

🕔20:15:01, 03 Feb 2020 - Oleh : dinas sosial kab.tegal

Dua warga Kabupaten Tegal Penyandang Disabilitas Mental ditampung di Rumah Singgah Trengginas. Latipah dari Desa Pendawa RT 02 . . . 0