Sri Retno KPM PKH Desa Tembok Banjaran Memproduksi Masker Kain di Tengah Pandemi COVID-19

By dinas sosial kab.tegal 06 Apr 2020, 11:17:29 WIB
Sri Retno KPM PKH Desa Tembok Banjaran Memproduksi Masker Kain di Tengah Pandemi COVID-19

Inisiatif  Pendamping sosial PKH Nursanti berkerja sama dengan KPM nya untuk  mengembangkan ekonomi akibat dampak virus Covid-19.

Dampak virus covid- 19 yang membuat melemahnya perekonomina masyarakat di kalangan tinggi,menengah,dan bawah pun terasa.

Salah satunya buruh jahit baju konveksi yang di bernama Sri Retno dari Desa Tembok Luwung Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, dia terpaksa banting setir menjadi buruh penjahit masker.

"Sri Retno adalah KPM kami yang aktivitas atau kerja di rumah sebagai buruh jahut baju konveksi, kalau di saat bosnya ada pesanan dia baru bisa menjahit baju,akan tetapi kalau bos nya tidak ada pesenan dia tidak bisa menjahit, " Ucapnya Nursanti Pendamping sosial PKH pada panturapost, Jumat, ( 3/4/2020 ).

Nursanti menambahkan, kalau sekarangkan para pendamping PKH itu kerja WFH (kerja kantor dirumah),akan tetapi kami terus pantua KPM dengan komunikasi, dampak covid-19 akan membawa dampak besar pada KPM di desa-desa. Yah salah satunya Sri Retno yang cerita dengan kami bahwa jahit baju  sepi.

Dengan dampak ini, Sri Retno punya keahlian menjahit dan di luar sana banyak yang mencari masker. Dengan kondisi seperti ini lah kita harus terus berjuang dan mencari peluang untuk kembangkan perekonomian.

"Cara Sri Retno bisa berkerja menjahit dan mendapatkan pemasukan, kami sediakan kain bahan oxford tebal, selain tebal yang pastinya kulitasnya juga sangat baik untuk buat masker,agar bisa bersaing di pasaran dengan harga yang normal," teranya.

Berawal kerjasama di awal Maret ini mulai membuahkan hasil, hingga lebih 500 pcs sudah di buatnya. Mulai dari pemesan dari berbagai luar kota seperti Bengkulu, Surabaya dan Jakarta membeli masker kain dari Sri Retno.
Harga jual masker kain ini dengan eceran Rp 5000 dan lusinan tetap sama Rp 60.000. 

" Alhamdulilah masker kainnya bisa bersaing di pasaran dengan kualitas baik dan dengan harga normal,pesanan pun sudah mulai berdatangan," Jelasnya

Sementara itu Sri Retno ( 44 ) mengatakan, yah menjadi buruh jahit baju konveksian bayaranya tak seberapa, walapun kecil lumayan buat tambahan kebutuhan ekonomi dirumah. Apa lagi beberapa bulan ini sepi dan rame wabah virus covid-19. 

" Tapi alhamdulilah dengan arahan dan bimbingan dari pendamping PKH kami terus bisa mengasilkan perekonomian di kala wabah virus covid-19 terus mereba. kami kerja sama dengan pendamping untuk hasilnya lumayan buat tambahan ekoemoni yang lagi susah di wabah covid-19."




Dinsos Kab. Tegal Kirim Bantuan Logistik Warga Terdampak Angin Puting Beliung Kec. Pagerbarang

🕔17:34:00, 10 Mar 2020 - Oleh : dinas sosial kab.tegal

      Selasa (10/03), Dinas Sosial Kab. Tegal melalui bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial salurkan bantuan . . . 0

Susun Program Kerja 2021, Dinsos adakan Rapat Forum Organisasi Perangkat Daerah

🕔13:40:46, 04 Mar 2020 - Oleh : dinas sosial kab.tegal

Dalam rangka penyusunan Program Kerja Tahun Anggaran 2021, Dinas Sosial menyelenggarakan Rapat Forum Organisasi Perangkat Daerah . . . 0

Distribusi Bantuan Korban Rumah Roboh di Desa Randusari

🕔08:20:04, 23 Feb 2020 - Oleh : dinas sosial kab.tegal

  Dinas Sosial melalui Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial menyalurkan bantuan logisitik untuk meringankan beban . . . 0

Pasca layanan kesehatan, 2 penyandang disabilitas mental ditampung di rumah singgah Trengginas

🕔20:15:01, 03 Feb 2020 - Oleh : dinas sosial kab.tegal

Dua warga Kabupaten Tegal Penyandang Disabilitas Mental ditampung di Rumah Singgah Trengginas. Latipah dari Desa Pendawa RT 02 . . . 0

Hasil Razia PGOT dititipkan ke Rumah Singgah Trengginas

🕔09:34:55, 05 Feb 2020 - Oleh : dinas sosial kab.tegal

Sebanyak 11 (sebelas) Pengemis Gelandangan Orang Terlantar (PGOT) terjaring razia Tim Gabungan, Selasa (28/1). Operasi Gabungan . . . 0